Fenomena "Jilboobs" Yang Meluas Di Masyarakat

Fenomena baru yang saat ini menjadi trand bagi para wanita yang mengenakan Hijab. Tudung atau jilbab memang menjadi sebuah alat untuk menutupi aurat bagi kaum hawa dan bahkan hijab menjadi salah satu busana yang wajib dikenakan.

Berbagai manfaat berhijab pun juga dirasakan oleh Lisna Nur Setiasih. ia menilai jika dirinya lebih merasa nyaman setelah memutuskan untuk mengenakan hijab. 

"Pastinya ada (manfaatnya). Kalau pakai jilbab, merasa lebih dihargai," terang Mahasiswi STMIK Jayakarta itu kepada Nemukabar.com. 

Untuk mensosialisasikan busana Hijab, berbagai kalangan sudah berupaya untuk mempromosikan pakaian Hijab cantik dengan gaya modern. Promosi gaya hijab modern dilakukan dengan berbagai tutorial para Hijabers di situs Youtube dan lain sebagainya.

Menurut salah satu Mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Burhan Khoirul Adib menyampaikan jika fenomena Hijabers adalah salah satu media positif untuk mengajak para wanita agar mulai mengenakan hijab sebagai sebuah syariat Agama.

"Dengan adanya mereka (Kelompok Hijabers), Wanita-wanita yang lain bisa termotivasi untuk mengikuti mereka," ujar Burhan dalam wawancara Online dengan Nemukabar.com, Jumat (8/8/2014).

Bahkan menurut Mahasiswa jurusan Aqidah Filsafat itu menilai jika wanita berhijab bisa terlihat lebih cantik dan anggun.

Namun saat ini fenomena baru yang tampaknya tak terlalu disadari oleh masyarakat luas tentang gaya berbusana hijab mulai muncul. Pasalnya, banyak ditemui wanita yang mengenakan hijab sebagai tudung untuk menutup aurat malah mengenakan pakaian yang serba ketat. Bahkan ia cukup bersikeras untuk memamerkan betapa indahnya lekuk tubuh mereka itu.

Fenomena ini disebut dengan "Hijaboobs" atau Jilboobs". Memang istilah ini cukup asing ditelinga, tapi hal ini sudah mulai menjamur di kalangan anak muda masa kini. Istilah ini disematkan bagi kalangan wanita yang mengenakan hijab tapi tetap berpakaian ketat. Mereka bahkan dengan santai dan bangga mengunggah foto selfie berhijab namun sangat jelas memamerkan lekuk tubuhnya yang dinilai seksi itu.

Mengenakan hijab menjadi gaya hidup baru di kalangan masyarakat luas, namun esensi hijab yang syar'i atau bersyariat tentunya tak bisa dianggap remeh. Fungsi berhijab bukan hanya sebagai style busana saja, melainkan untuk menutup aurat dan menjaga syahwat kaum Adam sebagai salah satu tuntutan Agama.

Sosialisasi berbusana yang muslimah haruslah ditingkatkan lagi, bukan hanya sekedar mengumbar keindahan, namun tetap menjaga esensi berhijab yang benar. Burhan pun cukup perihatin dengan fenomena Jilboob seperti itu. 

"Perlu dipahami bagaimana cara berhijab yang baik, pola (Jilboobs) perlu dibenerin untuk mengembalikan esensi (berhijab) yang sebenarnya," tuturnya.

Upaya untuk mengarahkan pola hijab yang dianggap 'nyeleneh' ini pun menuntut agar para kiyai dan guru untuk mengarahkan sudut pandang berhijab yang bersyariat terhadap para wanita saat ini.

"Peran ustadz, kiyai dan tokoh itu berperan dalam menyampaikan pelurusan pandangan tentang hijab," imbuh alumnus Pesantren Hasyim Asyari itu.

Berhijab tapi tetap memakai pakaian ketat dengan memperlihatkan lekuk tubuh dinilai sudah tidak syar'i lagi. Hal ini dinilai sama halnya dengan memamerkan aurat secara tidak langsung dengan modus ala busana muslimah.

Memahami makna berhijab dan segera melaksanakannya adalah hal yang sangat penting sehingga esensi berhijab bagi kaum Hawa tidak ternodai dengan pola gaya busana muslimah yang benar agar tidak muncul istilah "Berpakaian tapi telanjang".






sumber 
Nemu Kabar
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
12 September 2014 pukul 17.01 ×

Aneh-aneh aja fenomenanya. Saya gak mau komentar deh, asal damai gak kisruh udah alhamdulillah

Selamat Andre Anda Yang Pertama :D
Balas
avatar
admin
Thanks for your comment